Wujudkan SDM Tangguh, Wali Kota Probolinggo Luncurkan Gerakan "SAHABAT ATS" di Jrebeng Lor
Wujudkan SDM Tangguh, Wali Kota Probolinggo Luncurkan Gerakan "SAHABAT ATS" di Jrebeng Lor
Wujudkan SDM Tangguh, Wali Kota Probolinggo Luncurkan Gerakan "SAHABAT ATS" di Jrebeng Lor
Pemerintah Kota Probolinggo mengambil langkah konkret dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh warganya. Bertempat di Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG.(K), M.Kes., secara resmi membuka kegiatan Gerakan Sinergi Aksi Holistik Berbasis Area Terpadu untuk Anak Tidak Sekolah (SAHABAT ATS), Senin (2/3). Langkah strategis ini merupakan bentuk intervensi nyata dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo untuk memastikan tidak ada lagi anak di Kota Probolinggo yang tertinggal dalam layanan pendidikan.
Visi Besar Menuju Kota Modern dan Sejahtera
Dalam sambutannya, Wali Kota dr. Aminuddin menegaskan bahwa penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) adalah fondasi utama dalam mencapai Visi Kota Probolinggo Tahun 2025-2029: "Mewujudkan Kota Probolinggo yang Tangguh, Berkelanjutan, Sejahtera, Modern, dan Adaptif." Beliau menekankan bahwa keberhasilan penanganan ATS akan berbanding lurus dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Probolinggo. “Pendidikan adalah hak dasar yang diamanatkan UUD 1945 dan UU Perlindungan Anak. Kita tidak ingin ada satu pun anak di kota ini yang kehilangan masa depannya hanya karena masalah akses pendidikan,” tegasnya.
Kolaborasi Lintas Sektor: Tak Ada yang Tertinggal
Gerakan SAHABAT ATS ini mengusung konsep kolaborasi holistik. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Camat se-Kota Probolinggo, serta garda terdepan di masyarakat yaitu Ketua RW dan RT se-Kecamatan Kedopok. Hadir pula para orang tua serta anak-anak yang menjadi sasaran utama program ini. Secara teknis, gerakan ini melakukan konsolidasi intensif untuk melakukan aksi pendataan dan pendaftaran bagi anak usia sekolah yang masuk dalam tiga kategori kritis: Putus Sekolah (Drop Out/DO) Lulus Tidak Melanjutkan (LTM) Belum Pernah Bersekolah (BPB) Melalui validasi data berbasis area terpadu, anak-anak tersebut akan difasilitasi untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan jenjangnya.
Komitmen Global dan Lokal
Selain memenuhi kewajiban konstitusional, langkah Kota Probolinggo ini merupakan bagian dari komitmen global terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yakni menjamin kualitas pendidikan yang inklusif dan merata pada tahun 2030. Dengan adanya Gerakan SAHABAT ATS, penanganan pendidikan kini bukan lagi sekadar tugas satu dinas, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat (stakeholders) untuk mencetak SDM unggul demi masa depan Indonesia.