Dalam paparannya, Kepala Disdikbud juga menyampaikan bahwa untuk PPDB Tahun Ajaran 2024/2025 secara umum masih menggunakan empat jalur, yaitu jalur prestasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan tugas orang tua, dan jalur zonasi. Secara khusus, Dr. Siti Romlah, S.Si.,M.Pd. merinci bahwa jalur afirmasi diperuntukkan bagi Calon Peserta Didik Baru dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu dan Penyandang Disabilitas. "Semua sekolah di Kota Probolinggo telah dideklarasikan sebagai sekolah inklusi sehingga semua sekolah harus mampu menerima anak berkebutuhan khusus (ABK) pada PPDB tahun ini dengan menyiapkan GPK serta sarana pendukung pembelajaran bagi ABK", ujarnya.
Kegiatan sosialisasi tersebut, Kepala Disdikbud juga menyampaikan pengembangan inovasi Sistem Informasi Ijazah Online Ramah Kesetaraan dan Disabilitas (SI IJOL RAKET). Dalam penjelasannya, Dr. Siti Romlah, S.Si.,M.Pd. menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan inovasi berkelanjutan dan langkah nyata Disdikbud Kota Probolinggo dalam memberikan kemudahan layanan akses pendidikan bagi seluruh lulusan jenjang SD, SMP termasuk Kesetaraan khususnya dalam penerbitan ijazah, penelusuran lulusan, pengurusan ijazah hilang/rusak maupun kesalahan penulisan ijazah berbasis digital (website/android). Inovasi SI IJOL RAKET juga memberikan layanan khusus bagi penyandang Disabilitas untuk legalisir ijazah secara online tanpa harus datang ke sekolah dan Dinas Pendidikan, cukup melalui laptop ataupun handphone. Inovasi ini telah banyak mendatangkan manfaat dan kedepan akan terus dikembangkan untuk memberikan layanan terbaik bidang pendidikan untuk masyarakat Kota Probolinggo.